Rabu, 29 Agustus 2012

Tingkatan-tingkatan dalam Sunnah



Para ulama membagi sunnah menjadi 3 macam:
  1. .       Sunnah Huda yaitu: pelaksanaannya dimaksudkan sebagai penyempurna atau pelengkap kewajiban agama, seperti adzan dan sholat berjama’ah. Orang yang sengaja meninggalkannya dianggap sesat dan berdosa, sehingga apabila penduduk suatu daerah sepakat untuk meninggalkannya, maka mereka boleh diperangi. 
  2.      Sunnah Zaidah (sunnah tambahan), yaitu hal-hal yang dikerjakan nabi saw., berupa hal-hal biasa yang bersifat akhlak; seperti etika makan, minum, tidur dan memakai pakaian. Apabila mukallaf melakukannya adalah lebih baik, sedang bila ia meninggalkannya, maka hal itu tidak berpengaruh apa-apa yaitu tidak berkaitan dengan makruh dan keburukan.
    3.       Nafal, yaitu yang ditetapkan sebagai tambahan atas fardlu, wajib dan sunnah, seperti shalat tathawwu’ (sunnah yang dilakukan secara individu). Contohnya seorang melakukan sholat sunnah empat rakaat sebelum dzuhur. Seseorang yang melakukannya akan mendapatkan pahala dan tak ada hukuman dan teguran bagi yang meninggalkannya.
Pendapat para imam:
  •          Pendapat Imam Syafi’i, berdasarkan hal ini, maka barang siapa mengerjakan kemudian merusaknya, maka tidak wajib mengqadha, karena perbuatan itu tidak diwajibkan secara pasti pada permulaannya, dan demikian pula seterusnya.
  •     Ulama’ Hanafi mengatakan: Ia wajib qadha.beralasan bahwa takhyir pada permulaan tidak mengharuskan seterusnya, baik secara akal atau syara’.

Referensi: Biek, Syaikh Muhammad Al-Khudhari.2007.Ushul Fikih.Jakarta:Pustaka Imani

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar